14/08/10

:)

14 AGUSTUS 2010

14 AGUSTUS 2010
Kemarin kau ucap tak akan mau peduli padaku lagi, sayangku kenapa? Apalagi salahku? Sayangku, berulang kali aku ingin menelponmu. Menanyakan kabarmu.atau sekedar Tanya warna favoritmu.tapi kamu tak pernah peduli.aku hanya ingin memebri sesuatu buat kamu.
Saat itu aku tidak sengaja melihat weni meng add butikku. Otomatis aku Tanya dia. Karena aku piker dia tau banyak tentang kamu.karena kalian kan satu kota.tapi ternyata tidak. Ya sudahlah. Aku hentikan pertanyaanku. Kenpa kau marah begitu besar padaku. Padahal yang aku obrolkan Cuma obrolan ringan yang sama sekali tidak membuatmu malu

Saya

haiiii
18:03
Weni
Hi jg
18:30
Saya

Salam kenal

temennya ko rudy ya?

18:35
Weni

Tanya aja ma dy
18:39
Saya

Ya

Pasti temennya

Kan da di daftar facebooknya hehehhe

Mbak aku boleh ngerepotin g?

Mau minta bocoran dikit
18:40
Weni

Boleh

18:41
Saya

Rudy itu da punya pacar lum?
????

18:50
Weni

G tau ya

Aku g gitu deket
Kamu tu yang deket sampai Tanya gitu

18:53
Saya

Heheheh

G juga sih mbak

Masih dalam tahap pendekatan

19:00
Weni

Sudah berapa lama kenal rudy
19:02
Saya

Lumayan sekitar 4 bulan

Menurut mbak rudy orangnya gimana?
19:05
Weni
Setahuku rudy orangnya baik

19:08
Saya

Menurutku juga gitu sih mbak

Mbak dinas di mana?
19:10
Weni
Haris resort

19:13
Saya

Di bali ya ?..

19:18
Weni
Bukan

Di batam
19:20
Saya

Oww kirain di bali

Soalnya di sini ada

19:22
Weni
Iya dimana2 ada

Di Jakarta juga ada
19:25
Saya

O gitu ya
19:30
Weni
Kamu tinggal di mana?
..
19:34
Saya

Aku di BAli
19:35
Weni
Jauh gitu ma rudy

19:36
Saya

Yah dari pada dulu lebih deket sekarang..
19:37
Weni

Kamu serius ma rudy ?
19:50
Saya

Klo lancar sih

Maunya begitu
19:55
Weni

Mang da pernah ketemu rudy
20:00
Saya

Udah kita kenal waktu aku masih di Surabaya

Oh ya mbak di haris resort di bidang apa?
20:41
Weni

Aku di front officenya

Kamu da yakin mau serius ma rudy
20:43
Saya

Sejauh ini iya, rudy baik

Sebenernya aku mau Tanya makanan favorit atau warna kesukaannya

Soalnya kit alum pernah bicara yang ringan2 gini,rudy sibuk terus sekarang
20:47
Weni

Aku g kenal deket ma rudy

Tempat dia ke tempatku harus naik ferry dulu
20:49
Saya

Iya gpp, soalnya aku tadi ngira mbak temen deket rudy gitu

Mbak udah punya cowok
20:52
Weni

Iya cowokku bule, jadi nggak perlu cari yang lain
20:55
Saya

Wah seru tuh, kok bisa dapet bule
20:57
Weni

Gimana lagi di sini ketemunya bule ama cina mulu
21:05
Saya

Pacar mbak weni agamanya beda dong
21:09
Weni

Iya kita beda agama,tapi gpp
21:05
Saya

O begitu
21:15
Weni

Ada tamu
21:16
Saya

ok


klo ada yang salah ma obrolanku ma Weni yang ini sorry

Pesan :

Summer Lylac 12 Agustus jam 23:38
mb. weni rudynya bukan yang itu. klo yang itu mana kenal aku. sapa tu.. Rudy chang.. sapa dia.

Weni Chelomyta 13 Agustus jam 0:19
aduh rudy tmenku banyak,,,
Yg mana satu nieh,,,
Rudy yg stay djkrta ada,,
Rudy rudeck,Radolf rudy,
Rudy muler, javier rudy,
Marcos dofilvecious rudyes,
Yg mana,,,

Yang ini juga
Silahkan di klarifikasi sendiri, klo kamu ga percaya ma aku
thanks

begitu malukah? Ketika kau harus berhadapan dengan kenyataan bahwa kau sungguh2 pernah menjalin hubungan nyata denganku? Sungguh memalukankah?
Sayangku aku memang jelek. Tidak secantik wanita yang lainnya. Juga para wanita berketurunan cina. Sama denganmu. Tapi aku juga punya persaan, perlahan tapi pasti salah tidak ada benarnya sama sekali di matamu? Kenapa?
Apa aku sudah tidak ada harganya lagi? Apa karma aku sudah tidak perawan lagi?maka aku sudah tak pantas lagi bbuatmu. Hanya sebatas itu… nilaiku di matamu?
Sayangku, seribu niat jahat menggelayuti otakku dari keinginan bunuh diri… hingga membunuhmu ataupun membuatmu bangkrut berkeping-keping. Sayang aku mampu.,aku masih punya sedikit power untuk menghancurkanmu. Tapi aku masih saying kepadamu. Sayangku, kenapa kau tak kembali padaku. Saja.aku serba salah .pikiranku galau tidak tentu dan tak beraturan ,
COBALAH KAU HARGAI AKU, MESKI AKU TAK SEPANTAS DULU. TOLONG JANGAN BOHONGI DAN DUAKAN AKU. ATAU AKU MARAH DAN BERONTAK HANCURKAN DIRIMU.

Hari Puasa yang kedua,
Terlalu lama kau biarkan aku. Tak menanyakan kabarku. Tak coba menghubungiku. Aku rindu dan takut kehilanganmu. Aku tak sanggup begini.
Semalam aku suntuk minta ampun. Aku jengkel dan marah tanpa alasan yang jelas. Aku BeTe sayang ma kamu. Kenapa kamu menelantarkan aku begitu saja.
Basnyak pertanyaan yang menggelayut di jantungku. Kenapa dulu kamu begitu gencar mendekatiku? Kenapa kau dl bersumpah akan selamanya denganku? Kenapa kau berjanji tak akan pernah menduakan aku?
Dan setelah kau meniduriku.kau ucapkan kau adalah suami Orang. Aku sangat SHok. Aku sudah berjanji tak akan pernah berpacaran dengan suami orang. Dan aku juga pernah bilang itu padamu. Kau tega lakukan itu padaku,
Sayang, kau sempat bercanda denganku soal statusmu yang adalah suami orang. Namun, kemudian kau sankal.semuanya, kau bilang itu adalah bohong. Hanya canda semata. Aku lega saat itu.dan aku percaya padamu.
Tapi setelah semua itu terjadi. Aku seperti mengenal orang yang berbeda. Entahlah sungguh berbeda dari yang pertama kita saling mengenal.
Sayang dalam perjalananku di tanggal 4 juni malam, menuju Surabaya. Kau begitu perhatian padaku. masih sama dengan perjalanan di tanggal 15 april. Menanyakan setiap beberapa jam sekali. Di mana aku sampai, menanyakan makan apa? Bawa apa? Dan semacam itu. Dan sepertinya itu terahirkalinya kau perlakukan itu padaku. Tapi aku berharap semua akan segera kembali lagi, seperti sedia kala.
Sayang ingatkah kamu. Aku tiba pukul 6 pagi wIb. Hotel pasar besar Surabaya adalah pilihannya.tapi kali ini kamu memesan kamar dengan double bed.lebih luas dan lebih lebar dari yang pernah kita pesan sebelumnya.dan seperti biasanya pula begitu aku tiba, akupun langsung menuju nomor kamar yang kau tuliskan pada SMS mu padaku.
“tlak..tlak..tlak,” suara has yang selalu ditimbulkan oleh sandal berwarna hitam yang selalu menempel pada kakiku,3 bulan ini. Sayang, aku langsung bisa melihat wajahmu yang menyembul dari balik pintu kamar bernumber 238.dan seperti magnet berkekuatan super,dengan medan rindu yang telah meluas.Akupu tak buang2 waktu untuk segera berhambur ke arahmu mengikuti langkahmu menuju ruangan berukuran kira2 4x6m kubik. Meski sudah berbeda kamar, tapi tetep saja pemandangannya. Temaram. Itulah pilihanmu,temaram karena lampu kamar sengaja kau matikan hingga cahaya yang ada hanyalah berasal dari cahaya kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka.
“ kamu diantar pada giliran keberapa?” tanyamu sayang ketika aku meletakkna tas travel miniku pada salah satu sofa single di ruangan itu.
“ yang kedua “ begitulah jawabku singkat, sambil mengembangkan senyum yang tentu saja tak dapat kau lihat. Karena aku mengambil posisi membelakangimu.
Sayang saat itu kau beranjak menuju ranjang di salah satu sisi ruangan ini dan merebahkan badanmu.
“ sini “ pintahmu tegas saat itu
“ Aku mau mandi dulu, bau keringat banget” sahutku menanggapinya
“ sini dulu, gpp, aku juga belum mandi” timpalmu
Sebenernya aku juga tidak benar-benar ingin mandi, aku hanya sedikit jaga gengsi saja. Saat itu.yang aku inginkan adalah tidur, semalam tidurku tiada nyaman isi travelnya penuh. Jadi badanku tertekuk2 tak karuan.Aku piker tak ada salahnya aku menerima ajakan itu.toh sebnernya aku sudah ingin memeluknya dan meluapkan segala rasa rindu ini padamu sayangku.
Sayang, kaupun memelukku saat itu.melingkarkan tanganmu pada pinggangku dan sedikit mengelus perutku.
“ kamu kangen ma aku?” tanyaku manja.
“ ya kangen lah” sahutmu tak kalah manjanya dengan nada bicaraku.
“capek sayang” gerutuku tetap dengan nada manja
Dan seolah tak ingin membuang kesempatan kaupun memulai mngecup tubuhku perlahan-perlahan. Dan akupun tak kuasa menolaknya, perlahan dan terus berlalu aku biarkan hawa nafsu menguasai gejolak diantara kami.dan bebrapa saat kemudian kami telah sama-sama tanpa busana. Saling bercumbu mesra.
“ aku kawin ya” tanyamu padaku.
“ Ha…!! Masa langsung masih capek Ko” keluhku berusa mencegah sex pranikah ini mengarah lebih jauh.
“ Argh sudahlah, tak usah buang waktu”
Kaupun tanpa segan-segan menuntun kakiku menuju posisi membuka. Dan
“ AAAAAAA ……. Suakiiiiit “ pekikku tertahan.
“ jangan ko.. g mau deh… sakit nih “ lanjutku
“ udah diem…. Awalnya memang sakit nanti yang selanjutnya tentu tidak”hiburmu.
Tapi sungguh sakiiit sekali.Aku menjerit-jerit sambil menggigit bantal.” Siapa bilang sex yang begini enak.” Gerutuku dalam hati….
“ ko … udah jangan masukkan ko, sakiit” pekikku dengan nafas yang terengah2 terkuras menahan rasa sakit yang tadi.
“ iya.. iya.” Balasmu “ udah g begitu sakit kan?” tananyamu selanjutnya.
“ iya.. tapi periiih “ rengekku” nggak masuk kan ko” tanyaku dengan masih dengan nada merengek.
“ enggak” jawabmu dengan senyum yang nampak licik… aku menarik nafas lega,TApi tunggu… kenapa ada rasa yang berbeda,sebuah rasa yang lain di areal Miss. Vivi ku.
“aaaaaaaaarh… masuk ya ko” tuduhku pada wajah yang terlihat lega dan penuh kuasa, dengan badan yang begitu luas dan menguasaiku itu.
Dan sayangku kaupun hanya tertawa riang, seperti balita yang telah mendapatkan mainannya.
Tiba-tiba terlintas cerita ica.. tentang hubungan sex yang dilakukan dengan pacarnya.
“ kepalanya aja yang masuk biar kita tetep perawan” terngiang kata itu.
“ aaah koko… kepalanya aja yan masuk jangan semuanya” pintaku yang masih gemetaran menerima kenyataan betapa jauhnya aku melangkah bersamanya.
“ hah Kepala aja? Lha wong ini kepala semua kok” serumu dengan iringan senyum kemenangan, yang kurang menyenangkan bagiku.
Dan semuanya terjadi, desahanmu dan rintihanku bergantian menjadi irama yang mengiringi melayangnya perawanku. Sayangku kau melakukan bagianmu dengan baik, dan sebagai pemula. Aku hanya bisa berisik. Merintih tak jelas. Karena hanya rasa perih yang ada. NAmun aku tidak munafik akupun menikmatinya, menikmati raut wajahmu yang terlihat sangat bahagia,puas,dan sangat menginginkanku. Entah berapa lama kemudian.itu berahir. Aku menarik nafas lega.kesakittan itu tidak aku rasakan lagi.Aku segera berlari kekamar mandi dalam keadaan tanpa busana.dan dengan segera aku gurur seluruh tubuhku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tanpa cela.
“Menyesal” aku tak menemukan kata itu di dalam hatiku. Semua cukup terbayar dengan wajah puas dan bahagia yang aku lihat darimu sayangku.
“ Takut” itulah yang tersisa dari hatiku saat ini. Aku semakin takut kehilangnmu daripada saat sebelumnya. Ada tangis dalam hatiku. Karena jelas, ada ganjalan besar dalam hubungan kita ini. Sayangku. Kita berbeda keyakinan.
“Periiih” yah rasa itu masih segar di area sensitifku ketika guyuran air mengalir lembut membasuhnya.
Sayangku, selanjutnya giliranmu untuk membersihkan tubuhmu.Aku tahu kenapa kau tak pernah berkenan mandi dengan orang lain, luka.luka dipantatmu adalah alas an tepatnya. Kau tak menginginkan satu orangpun tahu soal itu.meski terkadang aku mencuri lihat.saat kau sedang nyenyak dalam tidur.seperti bekas luka gatal. Tapi sudahlah. Itu hakmu.

Sambil menahan rasa perih yang masih membekas, aku segera mengenakan pakaianku.kau ingat apa yang aku kenakan saat itu? Mungkin tidak. Aku masih ingat,sebuah sweeter panjang berwarna ungu tua.Tentu saja itu kulakukan setelah aku mengoleskan lotion ke seluruh tubuhku dan membasuhkan parfum dibeberapa tempat.beberapa saat kemudian kau keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang. Dan kau tutupi bagian pangkal pahamu dengan selembar handuk putih milik hotel.dan selanjutnya kau mengambil posisi tidur, di tempat tidurku., dan aku beranjak keluar untuk membeli nasi makanan favorit kita, nasi campur tambak bayan. Dan satu faforit kamu. Bak cang isi telur asin.
Yah seperti rumor yang beredar nsi ini memang benar2 enak.salah satu alas an aku tak pernah menolak untuk menginap di hotel sederhana ini adalah karena lokasiny yang tak jauh dari depot penjual makanan yang satu itu. Aku hanya perlu mencapainya dalam waktu kurang dari 20 menit.
“ Sarapan sayang!” tawarku padamu.
Kaupun dengan semangat menyambut buntelan yang aku sodorkan. Aroma khas dari nasi campur tambak bayan memang cukup menggoda.kamipun makan bersama. Kau makan dengan lahap dan cepat seperti biasanya, dan seperti biasanya pula, aku lebih lambat menyelesaikannya. Karena aku juga sibuk memperhatikanmu, mencari cela apa yang membuatku takluk kepadamu.KAu gendut,bisa dibilang begitu dengan ukuran tinggi 175cm dan berat 105kg, kau bisa dikategorikan gendut sayangku.
Sarapanpun selesai, setelah mencomot bakchang sebagai penutupnya. Kaupun berpamitan padaku untuk bekerja. Kau memintaku untuk istirahat dulu. Pada waktu itu sebuah event di gramedia expo sedang di handle olehmu. Kau mengeluh karena kerjaan tukangmu yang tak karuan.paku yang mencuat di beberapa sudut. Pemasangan yang kurang ok.dan serentetan keteledoran lainnya, hingga kesukaranmu untuk mengakses para tukang itu. Sayangku aku memahami posisimu, karena aku pernah di posisi itu. Pasti ribet, pusing intinya kita stress.
Akupun melepas kepergianmu sayangku. Oh yak au memintaku untuk membeli tiket film prince of Persia. Film yang udah kau janjikan untuk kita tonton bersama.
“ ambil yang pukul lima sore, soalnya setelah itu. Aku harus mengecek banner di jalan dr.soetomo”ucapmu ketika kau hendak menghilang di balik pintu.
Sayangku ingat saat itu? Kau mengenakan Tshirt berwarna light grey dengan celana bercorak hijau dengan bercak kuning. Semuanya sama, dan sama sekali tak ada yang berubah. Kau dan gayamu, dan semoga saja cintamu meski aku tidak sesuci dulu.
Sayangku. Aku berangakt naik taxi menuju tunjungan plaza. Ntah apa yang aku lamunkan. Hingga aku mulai bingung ketika aku sampai di dalam Mall aku lupa dimana letak twentyone. Alias gedung bioskopnya. Setelah bertanya pada scuritynya.akupun sampai.
Yah tepat. Prince of Persia tayang jam 17.15, jadi masih nutut dengan jadwalmu memasang banner.
Sayangku akupun langsung membeli tiket itu tnapa pkir panjang lagi. Aku melirik jam yang nampak dari layar , masih ada waktu sekitar 3 jam, akupun memilih mengisi perutku dulu yang nampaknya sudah mulai protes. Aku berkeliling foodcourt
( to be continue)

09/08/10

9 agustus 2010


Memory

Kemaren siang aku tidak bisa pulang, karena motorku mogok, o ya.. Handphoneku sudah ketemu.Aku sudah punya nomor kamu. Tapi, aku masih enggan menelponmu. Takut mengganggu.Ahirnya kemaren aku putuskan.untuk ikut rombongannya ica,jalan-jalan ke Jimbaran.
Sayang aku sangat terkejut, ternyata ica itu orangnya bocor.dengan enak dan entengnya dia ngungkit soal kehamilanku, walau Cuma slentingan dan selintas bercanda.tapi itu cukup menusuk. Itukan sangat pribadi. Lagipula anak itu sudah tidak ada. Sebenarnya, aku sudah kegigiran saat aku pinsan di took beberapa saat lalu, aku mengalami pendarahan. Dan otomatis aku jadi lemas, karena kehilangan banyak darah. Aku tak langsung bilang ke kamu keadaan itu, kartena aku takut meninggalkanku,disamping itu aku jengkel sama kamu, karena kamu sewlalu menanyakan kapan aku mau menggugurkan kandunganku, bukan bertanya bagaimana kiabarku. Padahal aku masih sakit. Satu sisi aku sedih anak kita meninggal, aku menyayanginya. Semua itu karena kesalahanku yang tak bisa menjaganya dengan baik. Aku terlalu capek bekerja dan stress. Stress dengan perselingkuhan kamu dengan Tamy si janda asal taman Ayu Lumajang itu, Stress karena konflik ma keluargaku. Hingga aku memutuskan menghibur diriku dengan mengerjakan semua pekerjaan di sini sendiri termasuk pekerjaan tukang.
Seharusnya soal kehamilan ini dulu aku nggak usah minta bantuan icha. Sehingga kisahku nggak akan terblow up. Kepada siapapun di luar sana. Cukup aku ,kamu dan Tuhan yang tahu.
Sayang, aku punya tnda Tanya besar di dadaku, mengapa kamu masih belum juga menghubungiku. Padahal hari ini kamu online. Kamu ngobrol asyik dengan salah satu teman maya kamu.
Kamu tahu apa yang aku kerjakan sekarang di tempat kerjaku? Aku hanya melamun. Melamunkan dirimu, mengingat kenangan yang terjadi diantara kita. Aku masih ingat jelas bagaimana kamu bercerita padaku tentang masa – masa nakalmu dulu, ingatkah, saat kamu bercerita tentang kelakuanmu yang sengaja mencampur alcohol 70% denan Coca Cola, dan kau tak sadarkan diri hingga senja menjelang. Kau tergeletak di tepi kolam halaman belakang sekolahmu. Kalau nggak salah ingat itu kenakalanmu sewaktu SMP. Dan satu lagi, soal event balapan yang kau adakan sewaktu SMU.kebut-kebutan di Jalan Raya. Berlomba memasuki gerbang SMU, tempatmu belajar. Dan karena gengsi kalau nantinya kamu kalah. Kamu tekadkan untuk menabrak temanmu. Sehingga terjadi tabrakan yang lumayan dasyat yang mengantarmu harus di bawa kerumah sakit untuk beberapa saat.Dan kau sempat gambarkan padaku bagaimana exspresi ibumu yang sering kau bilang judes itu. Dan kau sempat ucapkan bebrapa kata-kata cerewetnya yang tertangkap setengah-setengah oleh otakmu saat itu. Aku tertawa terpingkal – pinkal saat kau cerita itu semua padaku. Owwwh kapan ya, kau bercerita seperti itu lagi padaku.
SEkarang Handphone aku sepi tidak ada lagi nada dering yang berasal dari lagu Utada Hikaru “ You are always be the one……. Begitu penggalan katanya dan itu selalu aku tujukan padamu Sayang. Semoga kau suatu saat mengerti apa yang aku rasakan ini.
O ya aku ingat juga bagaimana kamu suka mengancamku, kalau akau nggak bersedia kamu kawin, kamu sering bilan kamu akan menyekapku di gudang dan akan kamu paksa aku memuaskan nafsumu, dengan tangan dan kaki terikat. Ada lagi kamu pernah mengancamku juga dengan nada candamu yang biasanya itu, kalau aku nggak menurutimu. Kamu akan mengajak 7 orang temanmu untuk memperkosaku. Uuuuuuuuuuuuuh seram sekali ancaman yang terahir itu. Dan anacaman yang terahir itu sanggup membuatku berangkat ke Surabaya untuk menemuim. Akupu nekat mengajukan cuti 2hari.padahal aku baru masuk sepuluh hari.
Aku ingat betul ketika itu aku baru pulang dari warnet dan tiba-tiba kamu sms akan mentransfer uang kepadaku untuk ongkos ke Surabaya. Akupun terkejut setengah Mati saat itu, tapi ancamanmu sempat membuatku mengikuti maumu. Aku berangkat dengan travel Bali Prima pada pukul 6sore sepanjang perjalanan kamu sering menelponku persis dengan ketika aku berangkat ke Bali di awal bulan April lalu.
Aku sampai di Surabaya pukul delapan pagi. Kamu memilih kamar nomor 124 di Hotel pasar besar Surabaya. Aku tahu sayang, saat itu kondisimu sulit, kau bercerita bagaimana pelitnya dan kejamnya kota Batam kepadamu. Walaupun saat itu aku begitu kget melihat kondisi hotel yang Cuma seperti itu saja. TApi aku telah mencintai kamu meski kita belum sempat bertemu selama ini. Hanya by phone saja, dan mengobrol asyik. Aku sempat takut kau akan terkejut melihatku yang sudah jatuh kurus beberapa kilo, ini aku merasa diriku begitu jelek. Jantungku berdebar kencang saat itu, Aku sudah tahu bagaimana sosokmu, dan kamu sungguh lebih indah dari pada sekedar foto KTPmu yang tekadang agak seperti manula. Dan saat aku Tiba di lorong.. sosokmu keluar dari balik pintu kamar nomor 124, kau dating dengan mengenakan kaus berwarna light Grey dan celana pendek berwarna hijau dengan kombinasi bercak-bercak kuning kecil. Tampangmu sungguh nampak garang. Namun aku tidak takut aku hanya tak percaya mukamu lebih bersih daripada pengamatan orang tentang itu,
Aku mengikutimu dari belakang memasuki ruang kamar yang mungil itu. Hanya berisi satu ranjang berukuran sedang. Dengan AC, 2 kursi single, satu meja bedside dan kamarmandi berukuran 1x1 meter. Akupun segera meletkan tas travelku di salah satu kursi di sana, dan segera kukeluarkan peralatan mandi dari tasku. Beranjak mengambil langkah untuk membuang keringat yang telah menempel hasil dari perjalanan 12 jam dari Bali ke Surabaya. Tapi sayang… itu harus tertunda karena kamar mandinya kosong, aku harus mengisi air dulu. Ingat kamu sayang?? Saat itu kau mamnggilku dan memegang tanganku menempatkan untuk duduk disampingmu kau memelukku dan membawaku pada obrolan tentang bagaimana perjalananku tapi selebihnya sempat kau bertanya “ kenapa aku tidak takut saat melihatmu ???”
Aku memilih meninggalkanmu duduk sendiri di atas ranjag ketika aku mendengar suara air yang mulai meluap, menandakan isi bak mandi itu telah penuh sayang.
“ Ups AKu lupa sayang. Aku hanya membawa sabun Sachet saat itu, karena aku mengira semua akan terfasilitasi oleh Hotel”
Aku segera membersihkan semua badanku dari keringat dan debu yang menempel, dan dalam hitungan menit aku sudah harum, dan tenagaku sudah mulai pulih, semua syarafku sudah segar kembali. Aku keluar dengan pakaian lengkap, Tshirt putih dengan hiasan Shiffon dibagian dadanya.dan jeans warna abu-abu.. serta cardigan warna Pink.
KAu, sayangku yang sedang rebah di atas ranjang tak sedikitpun memandangku, kau hanya memanggilku untuk mendekat padanya, mengajakku untuk menghambur dalam pelukanmu, dan anehnya aku tak bisa memeluk.Kita begitu dekat saat itu.Aku bisa mencium aroma segar parfum Eternity dari Calvin Klein. Yang sekarang juga aku pilih untuk jadi parfumku karena aku selalu bisa merasakan hadirmu di sekitarku sayang.
Kita berbincang ringan, membicarakan kembali ancamanmu jika tak dating padamu saat itu.dengan gelak tawa, kau cium rambutku perlahan-lahan. Dan selanjutnya kau mengecup bibirku, aku hanya melempar senyum padamu, karena sungguh saat itu aku tak bisa berciuman.kau memeberikan bimbingan lisan beberpa detik dan aku langsung bisa menaggapinya. Dan rupanya aku mulai bisa berbalas cium denganmu untuk beberapa saat, Aku mulai menikmatinya, hingga tak menyadari keberadaan tanganmu diatas kulit payudaraku, dan tangan nakalmu it mulai bergerak lembut.memijatnya, membuat aku Speakless.
“ Lepas bajumu.” Perintahmu lirih dengan tatapan shadu tanpa unsure centil, dan sungguh itu seperti hypnotis bagiku.Tanpa membantah sedikitpun akupun mengikuti, interupsimu. Dan aku kembali tergeletak di ranjang dengan tanpa T shirt lagi, Kaupun mulai mengulum putting-putingku tanpa henti, dan sesekali kau mengulum bibirku lagi, semua berjalan beberapa saat dan aku mulai merasa menyukainya. Entahlah kenap aku tak bisa menolak, apalagi setiap aku mendapati sorot matamu itu. Dan selanjutnya kaupun membuka T- shirtmu itu, dan kita sama-sama telanjang dada. Bergumul penuh nafsu.
Sesaat halitu kita hentikan, dan aku msih tetap dalam pelukmu. Kali ini kau melucuti celanaku. Denagan cepat, karena aku sangat ragu-ragu untuk melakukannya.JAntungku berdegup lebih kencang,Emosi yang terbangun beberapa saat diantara kita menjadi pupuk mujarap memancing birahiku untuk keluar, ketika kau mulai memegang dan mengelus kemaluanku, sambil terus menciumku, dan sesekali beralih pada putingku, hal itu berjalan cukup lama,
“ tidak ADil “berontakku kemudian aku ingin berhenti. Nafsuku sudah mulai menari bahagia di atas otakku, namun imanku ketakutan dengan itu “ kenapa Cuma aku yang telanjang?” ahirnya cm kata itu yang terucap. Dan kaupun tersenyup,
“ Ok..! aku buka juga”
“ Aduh bodoh …” batinku saat itu.. dan rupany aku begitu senang hati melucuti dirimu sendiri.dan tentu saja ahirnya kita sama-sama telanjang.dan kubiarkan kamu melakukan apa yanga ingin kau lakukan padaku. Aku terbawa suasana.. Aku menikmatina, dan aku kira kamupun begitu juga.Tapi masih ada ketakutan di otakku. Dan sekali lagi kau meminta untuk memasukan Bona ( istilahku untuk menyebut alat Vitalnya ) ke dalam Vivi ( istilahku untuk milikku sendiri )
Tentu aku menolaknya. Untungnya kamu bisa menerima hal itu. Semua itu berahir beberapa saat kemudian.
Kita kembali berpakaian, setelah membasuh tubuh masing-masing.
Kaupun bertanya padaku apa acara kami selanjutnya. Karena perutku sudah keroncongan akupun segera mengutarakan keinginaku untuk sarapan. Kau beritahukan aku, akan sebuah menu yang ueeeeeeeenak menurutmu. Namanya NAsi CAMPur TAmbak BAyan. Kaupun pergi branjak untuk membelinya.beberapa menit kemudian kamupun datang membawa menu yang kau puji itu kepadaku.
“ Enak… “ benar-benar enak rasanya.sama seperti yang diceritakannya padaku. Kau makan begitu lahap dan sangat cepat. Nampaknya kamu juga lapar ya….?
Kamupun kemudian berpamitan padaku untuk pergi menemui adikmu. Untuk mendiskusikan soal pekerjaan., kau meninggalkanku begituu lama,,, sangat luaaaaaaaaama.
Ingat sayangku. Kau baru kembali menemuiku pukul 12 malam.dengan kondisi hujan diluar sana. Kau dating dengan mengenakan T shirt warna Putih dan celana jeans hitam yang kau sinsingkan setinggi lutut.
“ sudah makan ?”tanamu padaku ketika memasuki. Kamar hotel yang sempit ini.
“ Sudah “
“ makan apa tadi siang?” tanyamu kemudian sambil melepas bajumu yang basah.
“ lalapan telur “ jawabku bohong, heh maaf sebenarnya aku tadi hendak membali itu, aku bertanya pada salah satu OB. Tapi aku mengurungkan niatku. Karena terlalu banyak lelaki nongkrong dan menghisap rokok di depan kamar kita, sambil bersiul-siul menggodaku. Aku takut. Hingga akupun membatalkannya.
Kaupun sudah tak memepermasalahkannya. Kaupun mandi..dan sangat cepat kali ini. Dan dengan tanpa mempertimabangkan kehadiranku di ruangan itu kau langsungmengambil posisi diagonal di ranjang, “capeek mau tidur.”
“minggir.. aku juga mau tidur” protesku kemudian.
“ kalau mau tidur harus telanjang, kalau nggak, tidur di luar.” Candamu dengan senyum nakal itu.
Akupun tidak memperduliukan kata-katamu. Dan akupun segera mengambil posisi tidur di salah satu bagian yang aku rasa agak longgar. Tapi ka uterus mengusirku..tapi kau kemudian menarikku kembali. Serta menelanjangiku. Dan tiada perlawanan dariku karena aku sungguh terbius denganmu, dengan kenikmatan yang kau cicipkan tadi pagi padaku. Kita melakukan sex oral yang lebih hebat dari yang pernah aku lakukan dengan hari dulu. Karena sekarang aku dan kamu sama-sama telanjang, sedang waktu dulu, aku sama-sekali tak membuka sedikitpun pakaianku. Dan hanya Hari yang telanjang.
Dan ditengah perjalanan oral sex kita, kaupun kembali berusaha memasukkan Bonamu pada VIVIku. Tentu saja aku menolak.kau sempat hampir mamksa, tapi aku berhasil lolos dengan memintamu memakai kondom. Tapi kemudian aku mnyatakan penolakanku kembali. Dan Ahirnya kita hanya melakukan Petting, di tengah-tengah itu kau sempat serukan. “ jangan pernah melakukannya dengan yang lain ya..” dank au memintaku bersumpah. Akupun mengikutimu. Untuk bersumpah saat itu.

Sayang saat-saat itu sungguh sangat mengesankan bagiku.aku kagum padamu yang mampu menghipnotisku, hingga mau melakukan semua itu bersamamu. Hingga kesediaanmu untuk tidak memaksa mengambil perawanku. Terima kasih….
Meski masih ada satu lagi ancama darimu. ”Jangan harap lain Kali LOLOs”
08 Agustus 2010
Aku nggak mengerti apa maksudmu sayang dengan semua ini, hari jumat lalau aku berencara untuk menemuimu,di Surabaya. Tapi kamu menolak untuk bertemu dengan alas an kalau kamu, akan ada event di BAndung selama satu minggu. Hingga kemaren aku masih percaya. Tapi ternyata semua itu bohong kamu masih berada di Surabaya, dan sedang asyik nonton film socerer di Royal Plaza Surabaya.padahal di sini aku sedang menahan rindu yang teramat sangat untukmu. Kenapa??? Kamu begitu ingin membuangku?
Sayang bisa katakana apa salahku atau ada apa dengan dirimu sebnarnya. Apa aku tak layak buat kamu??? Apa aku tidak berharga untuk dipertahankan???
Seribu tanda Tanya menggaung di otakku serasa langit ini mau runtuh saja,
Kebenaran-demi kebenaran telah terungkap dari setiap bohongmu padaku. Aku semakin takut melangkah, aku semakin takut dengan rasa penasaran ini.semakin aku penasaran semakin aku bisa melihat semuanya. Dan apakah yang terjadi selanjutnya???? Aku takut sayang.

HAri ini aku mengkonsultasikan soal penyakit Diabet. Sebenarnya aku juga ada bakat, dan sejak mengetahuinya. Akupun mulai menjaga badanku jangan sampai aku terkena hingga parah.Aku sangat cemas saat kamu mampir kerumah tempatku tanggal 26 juli… ketika pagi hari kau datang ke warehouse tempat aku bekerja, aku masih melihat kau baik-baik saja.KAu tampak ceria dan sehat – sehat saja. Aku senang melihatnya. Tapi ketika kau mampir malam itu, aku melihat sesuatu yang sedikit berbeda.Tampangmu yang memang manyun seperti itu, kenapa tidak memiliki aura yang indah seperti ketika kita dipertemuan-pertemuan sebelumnya.
Aku tahu mungkin itu karena kamu kelelahan, katamu selama diperjalanan kamu tidak bisa tidur, entah aku harus percaya atau tidak? Masalahnya, kamu sudah cukup sering membohngiku. Biasanya kalau kamu tidak bisa tidur, kamu selalu menelponku, kenapa sekarang tidak? Ada yang lainkah sayang? Apa aku sedang bersaing dengan janda asala Taman ayu lumajang itu? Owhh banyak sekali pikiran negative di otakku tentangmu.
MAlam itu ketika kau keluar dari kamar mandi,dengan hanya berbalut celana dalam saja.aku mulai melihat luka di Kakimu, tapi aku tak begitu yakin dengan penglihatanku.Aku diam dan tak bertanya banyak karena kau pasti lelah.dan esoknya kau katakana, bahwa kamu da positif diabet, dan luka-luka itu adalah bekas lecet karena garukan kamu. Aku takbanyak tahu tentang penyakit ini, yang aku tahu hanya aku tidak boleh berlebih memakan karbohidrat. Itu saja.
Sayang aku hawatir dengan kesehatan kamu.

Sayang aku sangat rindu kamu, terutama saat kita sedang bercinta bukan masalah kenikmatan bercinta saja yang membuatku merasa manyukai moment itu. Jujur aku belum merasakan nikmat, yang seperti kau ceritakan padaku. Masih sedikit perih, yah itu semua karena frekuensi kita melakukannya sangat jarang, Tapi aku sangat nyaman dengan tatapan matamu yang tajam kepadaku, dengan raut mukamu yang sungguh menginginkanku. Desahanmu yang menandakan keberhasilanku membuatmu merasakan kenikmatan yang kamu mau dari tubuh kecilku ini. Sayang, yang ada di otakku hanya aku ingin membuatmu senang di setiap detik kita bersama, bagaimanapun caranya. Aku akan tempuh itu.
Sayang matahari sudah di atas kepala. Aku merasa agak pening. Sesekali aku menginginkan malam itu terjadi lagi. Semalam saja.. aku menginginkannya. Menikmati kemasraan bersamamu, memandang wajah kepuasan darimu akan kebersamaan kita, dan aku ingin mengenal titik nikmat itu. AKu cinta kamu sayang.
Sayang ini sudah duaminggu dari peristiwa malam itu, aku hawatir aku benar-benar hamil. Tapi aku sungguh menginginkan anak darimu. Kenapa kau tak menginginkannya, mengnginkan memiliki anak dariku? Kenapa? Apa kamu memnyadari bahwa hidupmu tak akan lama lagi ? karena penyakit diabetes Melitus yang kau idap itu? Atau ada alas an lain ? Sayang apapun keadaan dan kondisimu aku tetap mencintaimu, meski fakta mengerikan banyak bertaburan tentang penyakit itu. Aku tak perduli. Aku tetap cinta Kamu. Jadi tolong jangan sia-siakan ketulusan cintaku ini…

Will always Love You

06/08/10

05 April 2010

05 April 2010
Ini hari pertama aku Kerja,seperti hari- hari yang lalu aku melewatkan ibadah sholat subuh.aku ketiduran. Uh! Jahatnya aku pada Tuhanku yang telah banyak memeberi aku berkah tiada tara.aku bergegas menuju kamar mandi berukuran 1.5x1.5 meter kubik.dengan cepat dan cekatan, aku menbongkar tas travelku yang belum sempat aku bongkar dari kemarin. sebuah t – shit bermotif garis warna pink dan ungu, serta sebuah jeans warna abu-abu aku pilih untuk membalut tubuhku.dan tepat pukul 9 pagi sesosok Arif dengan senyum ramahnya. Menyapaku untuk menjemputku bearangkat ke tempat kerja.
Oh ya. Arip itu tinggal di dalam ware house tempat aku bekerja.dan dia mendapat fasilitas sebuah motor matic merk jepang berwarna merah, yang sudah nampak usang dan sakit-sakitan.
Kamipun berangkat menuju ke WareHouse. Yang memiliki nama Furniture Point itu.jaraknya tak terlalu jauh, hanya 5 menit dari tempatku tinggal.
Tumben “Trunojoyo” belum menyapaku pagi ini.padahal sudah pukul sepuluh pagi, berarti sekitar pukul sembilan di areanya sana.hmm mungkin dia masih tidur karena semalam kami mengorol lewat telepon hingga dini hari.
Dengan sopan dan ramah Arif menawariku untuk sarapan.Aku yang beragama muslim ini bagaimanapun agak merasa ragu dengan masakan orang-orang di bali yang khas dengan Babi, salah satu hewan yang diharamkan oleh agama kami.
“ tenang aja, di sini banyak warung muslim kok” kata arif ketika aku utarakan akan keraguanku tersebut.arif rupanya pemuda yang baik.Ramah dan sopan, setidaknya itu yang aku tangkap untu kesan pertamanya. Jadi, aku nggak perlu takut untuk menjadikannya guide selama di bali.MAklum aku wanita dan orang baru di sini. Aku perlu wasapada dengan setiap orang yang baru aku kenal.
Tepat jam sebelas siang, ponselku kembali meraung. “ Trunojoyo “ nama itulah yang tapil di layarnya.”lagi apa?” sebuah Tanya yang selalu mengawali setiap telponnya kepadaku. Dan seperti biasanya juga, aku menjawab dengan jujur segala keadaan yang sedang aku alami dan aku lakukan serta aku kerjakan.
Apa menu makananku? Bagaimana hariku pertama kerja, dan bagimana susananya, tempatnya. Nyaman atau tidak. Dan entah iseng-iseng atau serius dia mengajakku untuk pindah ke Batam kalau-kalau aku tidak nyaman bekerja di sini. Hmmm… cukup mnyentuh hatiku untuk rayuan yang satu ini. Dan sesekali rayuan tidak senonoh dilontarkan padaku, seperti biasanya akupun menanggapinya dengan candaan dan semua mengalir dalam obrolan yang cukup hangat di antara kami.
Selama di warehouse aku banyak ngobrol dengan arif tentang bagaimana tempat ni berjalan. Sebelum ada aku di sini, siapakah yang memegang kendali penuh? Dan mengapa semua orangnya berhenti secara serempak? Hal itu penting buat aku. Karena aku di pekerjakan di sini untuk mengelola warehouse ini dengan baik.Tapi nampaknya Arif agak pelit memberikan informasi tentang keadaan masa lalu. Aku fakir mungkin ada masalah yang sensitive yang sulit diungkapkan olehnya.Aku hargai keputusannya untuk tidak mengatakannya padaku.selanjutnya Arif membantuku untuk mengenal dunia furniture kepadaku, yah… furniture adalah barang yang memenuhi warehouse ini.dan merupakan barang yang harus aku dongkrak penjualannya.
Pelan-pelan aku mengamati setiap detil furniture yang ada, desainnya hingga penataannya.desain yang cukup indah aku rasa, atau mungkin memang sesuai dengan seleraku.tapi sayang penataan warehouse ini terlalu amburadul, andai aku ingin memeperbaikinya.aku bingung harus mulai dari mana?. Aku tanyakan keadaan ini pada Arif, dan dia bilang. Beginilah keadaan warehouse ini, kurang keurus dan memang tidak begitu dipedulikan.warehouse ini berfungsi juga untuk gudang bagi barang-barang interior Villa yang sedang dibangun oleh bosku. Jadi begitulah adanya.

Sangking asyiknya aku dengan pengamatanku pada warehouse ini sampai-sampai aku tidak mendengar adanya panggilan dr ponselku, yang rupanya terjadi duapuluh menit lalu.dan tak usah ditebak lagi, sudah pasti itu si “ Trunojoyo” seseorang yang ahir-ahir ini begitu gencar menelponku.
Ah sudahlah, pasti sebentar lagi dia akan menelponku lagi. Aku yakin itu.dan baru saja selesai batinku merampungkan kata-katanya,dering ponselku kembali terdengar dan si “ trunojoyo” lah. Nama yang tertera.
“ sudah maem ( bahasa jawa) siang ?”begitulah tanyanya,” lagi lapo (bahasa jawa yang artinya sedang apa)?” dan kemudian kami terlibat obrolan hangat dan bersahabat, dia bercerita tentang masa SMAnya yang kocak, kenakalannya di waktu kuliah, atau sedikit bercerita tentang wanita yang pernah menjadi pacarnya yang pertama, yang aku tahu namanya Regina.yah… Regina, meski “ trunojoyo” berusaha memberikan kesan bagaimana cueknya dia pada gadis tersebut. Tapi aku tahu betul..Regina lumayan berkesan dalam perjalanan hidup Si “ Trunojoyo” terbukti dengan begitu detilnya dia menceritakan hal-hal yang menyebalkan dari wanita tersebut. Meskipun beberapa kali dia berkata “ sebenernya aku itu malas dengan dia” nampaknya sosok regina masih terekam jelas dalam otak Si “ Trunojoyo. Apalagi cerita itu dilengkapi dengan kantongan restu dari ibunya yang didefinisikan cerewet dn pemilih itu. Gambaranku Regina itu pasti baik dan cantik. Dan yang aku tahu Regina beragama Muslim dan bersuku Jawa sama sepertiku. Cerita yang cukup panjang yang kami bahas, hingga hari menjelang sore.
2 jam lagi aku sudah waktunya pulang, kuhabiskan sisa-sisa waktuku dengan mengecek dokumen – dokumen lama di kantorku.
##########
Jam 6 sore, langit di sini masih nampak terang dengan hiasan awan putih pada cerahnya langit biruu, sungguh berbeda dengan di rumahku, pukul enam sore, langit pasti sudah di hiasi senja merah pada warnanya yang redup.
Si “ Trunojoyo “ kembali menelponku.tak ada obrolan yang berarti, hanya hal-hal sepele yang aku bahas Dengannya. Dan hampir sampai tengah malam, kami masih sering mengobrol seperti itu.
Dan ketertarikanku mulai perlahan tumbuh bersemi.