
Hari Puasa yang kedua,
Terlalu lama kau biarkan aku. Tak menanyakan kabarku. Tak coba menghubungiku. Aku rindu dan takut kehilanganmu. Aku tak sanggup begini.
Semalam aku suntuk minta ampun. Aku jengkel dan marah tanpa alasan yang jelas. Aku BeTe sayang ma kamu. Kenapa kamu menelantarkan aku begitu saja.
Basnyak pertanyaan yang menggelayut di jantungku. Kenapa dulu kamu begitu gencar mendekatiku? Kenapa kau dl bersumpah akan selamanya denganku? Kenapa kau berjanji tak akan pernah menduakan aku?
Dan setelah kau meniduriku.kau ucapkan kau adalah suami Orang. Aku sangat SHok. Aku sudah berjanji tak akan pernah berpacaran dengan suami orang. Dan aku juga pernah bilang itu padamu. Kau tega lakukan itu padaku,
Sayang, kau sempat bercanda denganku soal statusmu yang adalah suami orang. Namun, kemudian kau sankal.semuanya, kau bilang itu adalah bohong. Hanya canda semata. Aku lega saat itu.dan aku percaya padamu.
Tapi setelah semua itu terjadi. Aku seperti mengenal orang yang berbeda. Entahlah sungguh berbeda dari yang pertama kita saling mengenal.
Sayang dalam perjalananku di tanggal 4 juni malam, menuju Surabaya. Kau begitu perhatian padaku. masih sama dengan perjalanan di tanggal 15 april. Menanyakan setiap beberapa jam sekali. Di mana aku sampai, menanyakan makan apa? Bawa apa? Dan semacam itu. Dan sepertinya itu terahirkalinya kau perlakukan itu padaku. Tapi aku berharap semua akan segera kembali lagi, seperti sedia kala.
Sayang ingatkah kamu. Aku tiba pukul 6 pagi wIb. Hotel pasar besar Surabaya adalah pilihannya.tapi kali ini kamu memesan kamar dengan double bed.lebih luas dan lebih lebar dari yang pernah kita pesan sebelumnya.dan seperti biasanya pula begitu aku tiba, akupun langsung menuju nomor kamar yang kau tuliskan pada SMS mu padaku.
“tlak..tlak..tlak,” suara has yang selalu ditimbulkan oleh sandal berwarna hitam yang selalu menempel pada kakiku,3 bulan ini. Sayang, aku langsung bisa melihat wajahmu yang menyembul dari balik pintu kamar bernumber 238.dan seperti magnet berkekuatan super,dengan medan rindu yang telah meluas.Akupu tak buang2 waktu untuk segera berhambur ke arahmu mengikuti langkahmu menuju ruangan berukuran kira2 4x6m kubik. Meski sudah berbeda kamar, tapi tetep saja pemandangannya. Temaram. Itulah pilihanmu,temaram karena lampu kamar sengaja kau matikan hingga cahaya yang ada hanyalah berasal dari cahaya kamar mandi yang pintunya sedikit terbuka.
“ kamu diantar pada giliran keberapa?” tanyamu sayang ketika aku meletakkna tas travel miniku pada salah satu sofa single di ruangan itu.
“ yang kedua “ begitulah jawabku singkat, sambil mengembangkan senyum yang tentu saja tak dapat kau lihat. Karena aku mengambil posisi membelakangimu.
Sayang saat itu kau beranjak menuju ranjang di salah satu sisi ruangan ini dan merebahkan badanmu.
“ sini “ pintahmu tegas saat itu
“ Aku mau mandi dulu, bau keringat banget” sahutku menanggapinya
“ sini dulu, gpp, aku juga belum mandi” timpalmu
Sebenernya aku juga tidak benar-benar ingin mandi, aku hanya sedikit jaga gengsi saja. Saat itu.yang aku inginkan adalah tidur, semalam tidurku tiada nyaman isi travelnya penuh. Jadi badanku tertekuk2 tak karuan.Aku piker tak ada salahnya aku menerima ajakan itu.toh sebnernya aku sudah ingin memeluknya dan meluapkan segala rasa rindu ini padamu sayangku.
Sayang, kaupun memelukku saat itu.melingkarkan tanganmu pada pinggangku dan sedikit mengelus perutku.
“ kamu kangen ma aku?” tanyaku manja.
“ ya kangen lah” sahutmu tak kalah manjanya dengan nada bicaraku.
“capek sayang” gerutuku tetap dengan nada manja
Dan seolah tak ingin membuang kesempatan kaupun memulai mngecup tubuhku perlahan-perlahan. Dan akupun tak kuasa menolaknya, perlahan dan terus berlalu aku biarkan hawa nafsu menguasai gejolak diantara kami.dan bebrapa saat kemudian kami telah sama-sama tanpa busana. Saling bercumbu mesra.
“ aku kawin ya” tanyamu padaku.
“ Ha…!! Masa langsung masih capek Ko” keluhku berusa mencegah sex pranikah ini mengarah lebih jauh.
“ Argh sudahlah, tak usah buang waktu”
Kaupun tanpa segan-segan menuntun kakiku menuju posisi membuka. Dan
“ AAAAAAA ……. Suakiiiiit “ pekikku tertahan.
“ jangan ko.. g mau deh… sakit nih “ lanjutku
“ udah diem…. Awalnya memang sakit nanti yang selanjutnya tentu tidak”hiburmu.
Tapi sungguh sakiiit sekali.Aku menjerit-jerit sambil menggigit bantal.” Siapa bilang sex yang begini enak.” Gerutuku dalam hati….
“ ko … udah jangan masukkan ko, sakiit” pekikku dengan nafas yang terengah2 terkuras menahan rasa sakit yang tadi.
“ iya.. iya.” Balasmu “ udah g begitu sakit kan?” tananyamu selanjutnya.
“ iya.. tapi periiih “ rengekku” nggak masuk kan ko” tanyaku dengan masih dengan nada merengek.
“ enggak” jawabmu dengan senyum yang nampak licik… aku menarik nafas lega,TApi tunggu… kenapa ada rasa yang berbeda,sebuah rasa yang lain di areal Miss. Vivi ku.
“aaaaaaaaarh… masuk ya ko” tuduhku pada wajah yang terlihat lega dan penuh kuasa, dengan badan yang begitu luas dan menguasaiku itu.
Dan sayangku kaupun hanya tertawa riang, seperti balita yang telah mendapatkan mainannya.
Tiba-tiba terlintas cerita ica.. tentang hubungan sex yang dilakukan dengan pacarnya.
“ kepalanya aja yang masuk biar kita tetep perawan” terngiang kata itu.
“ aaah koko… kepalanya aja yan masuk jangan semuanya” pintaku yang masih gemetaran menerima kenyataan betapa jauhnya aku melangkah bersamanya.
“ hah Kepala aja? Lha wong ini kepala semua kok” serumu dengan iringan senyum kemenangan, yang kurang menyenangkan bagiku.
Dan semuanya terjadi, desahanmu dan rintihanku bergantian menjadi irama yang mengiringi melayangnya perawanku. Sayangku kau melakukan bagianmu dengan baik, dan sebagai pemula. Aku hanya bisa berisik. Merintih tak jelas. Karena hanya rasa perih yang ada. NAmun aku tidak munafik akupun menikmatinya, menikmati raut wajahmu yang terlihat sangat bahagia,puas,dan sangat menginginkanku. Entah berapa lama kemudian.itu berahir. Aku menarik nafas lega.kesakittan itu tidak aku rasakan lagi.Aku segera berlari kekamar mandi dalam keadaan tanpa busana.dan dengan segera aku gurur seluruh tubuhku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tanpa cela.
“Menyesal” aku tak menemukan kata itu di dalam hatiku. Semua cukup terbayar dengan wajah puas dan bahagia yang aku lihat darimu sayangku.
“ Takut” itulah yang tersisa dari hatiku saat ini. Aku semakin takut kehilangnmu daripada saat sebelumnya. Ada tangis dalam hatiku. Karena jelas, ada ganjalan besar dalam hubungan kita ini. Sayangku. Kita berbeda keyakinan.
“Periiih” yah rasa itu masih segar di area sensitifku ketika guyuran air mengalir lembut membasuhnya.
Sayangku, selanjutnya giliranmu untuk membersihkan tubuhmu.Aku tahu kenapa kau tak pernah berkenan mandi dengan orang lain, luka.luka dipantatmu adalah alas an tepatnya. Kau tak menginginkan satu orangpun tahu soal itu.meski terkadang aku mencuri lihat.saat kau sedang nyenyak dalam tidur.seperti bekas luka gatal. Tapi sudahlah. Itu hakmu.
Sambil menahan rasa perih yang masih membekas, aku segera mengenakan pakaianku.kau ingat apa yang aku kenakan saat itu? Mungkin tidak. Aku masih ingat,sebuah sweeter panjang berwarna ungu tua.Tentu saja itu kulakukan setelah aku mengoleskan lotion ke seluruh tubuhku dan membasuhkan parfum dibeberapa tempat.beberapa saat kemudian kau keluar dari kamar mandi dalam keadaan telanjang. Dan kau tutupi bagian pangkal pahamu dengan selembar handuk putih milik hotel.dan selanjutnya kau mengambil posisi tidur, di tempat tidurku., dan aku beranjak keluar untuk membeli nasi makanan favorit kita, nasi campur tambak bayan. Dan satu faforit kamu. Bak cang isi telur asin.
Yah seperti rumor yang beredar nsi ini memang benar2 enak.salah satu alas an aku tak pernah menolak untuk menginap di hotel sederhana ini adalah karena lokasiny yang tak jauh dari depot penjual makanan yang satu itu. Aku hanya perlu mencapainya dalam waktu kurang dari 20 menit.
“ Sarapan sayang!” tawarku padamu.
Kaupun dengan semangat menyambut buntelan yang aku sodorkan. Aroma khas dari nasi campur tambak bayan memang cukup menggoda.kamipun makan bersama. Kau makan dengan lahap dan cepat seperti biasanya, dan seperti biasanya pula, aku lebih lambat menyelesaikannya. Karena aku juga sibuk memperhatikanmu, mencari cela apa yang membuatku takluk kepadamu.KAu gendut,bisa dibilang begitu dengan ukuran tinggi 175cm dan berat 105kg, kau bisa dikategorikan gendut sayangku.
Sarapanpun selesai, setelah mencomot bakchang sebagai penutupnya. Kaupun berpamitan padaku untuk bekerja. Kau memintaku untuk istirahat dulu. Pada waktu itu sebuah event di gramedia expo sedang di handle olehmu. Kau mengeluh karena kerjaan tukangmu yang tak karuan.paku yang mencuat di beberapa sudut. Pemasangan yang kurang ok.dan serentetan keteledoran lainnya, hingga kesukaranmu untuk mengakses para tukang itu. Sayangku aku memahami posisimu, karena aku pernah di posisi itu. Pasti ribet, pusing intinya kita stress.
Akupun melepas kepergianmu sayangku. Oh yak au memintaku untuk membeli tiket film prince of Persia. Film yang udah kau janjikan untuk kita tonton bersama.
“ ambil yang pukul lima sore, soalnya setelah itu. Aku harus mengecek banner di jalan dr.soetomo”ucapmu ketika kau hendak menghilang di balik pintu.
Sayangku ingat saat itu? Kau mengenakan Tshirt berwarna light grey dengan celana bercorak hijau dengan bercak kuning. Semuanya sama, dan sama sekali tak ada yang berubah. Kau dan gayamu, dan semoga saja cintamu meski aku tidak sesuci dulu.
Sayangku. Aku berangakt naik taxi menuju tunjungan plaza. Ntah apa yang aku lamunkan. Hingga aku mulai bingung ketika aku sampai di dalam Mall aku lupa dimana letak twentyone. Alias gedung bioskopnya. Setelah bertanya pada scuritynya.akupun sampai.
Yah tepat. Prince of Persia tayang jam 17.15, jadi masih nutut dengan jadwalmu memasang banner.
Sayangku akupun langsung membeli tiket itu tnapa pkir panjang lagi. Aku melirik jam yang nampak dari layar , masih ada waktu sekitar 3 jam, akupun memilih mengisi perutku dulu yang nampaknya sudah mulai protes. Aku berkeliling foodcourt
( to be continue)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar