
Memory
Kemaren siang aku tidak bisa pulang, karena motorku mogok, o ya.. Handphoneku sudah ketemu.Aku sudah punya nomor kamu. Tapi, aku masih enggan menelponmu. Takut mengganggu.Ahirnya kemaren aku putuskan.untuk ikut rombongannya ica,jalan-jalan ke Jimbaran.
Sayang aku sangat terkejut, ternyata ica itu orangnya bocor.dengan enak dan entengnya dia ngungkit soal kehamilanku, walau Cuma slentingan dan selintas bercanda.tapi itu cukup menusuk. Itukan sangat pribadi. Lagipula anak itu sudah tidak ada. Sebenarnya, aku sudah kegigiran saat aku pinsan di took beberapa saat lalu, aku mengalami pendarahan. Dan otomatis aku jadi lemas, karena kehilangan banyak darah. Aku tak langsung bilang ke kamu keadaan itu, kartena aku takut meninggalkanku,disamping itu aku jengkel sama kamu, karena kamu sewlalu menanyakan kapan aku mau menggugurkan kandunganku, bukan bertanya bagaimana kiabarku. Padahal aku masih sakit. Satu sisi aku sedih anak kita meninggal, aku menyayanginya. Semua itu karena kesalahanku yang tak bisa menjaganya dengan baik. Aku terlalu capek bekerja dan stress. Stress dengan perselingkuhan kamu dengan Tamy si janda asal taman Ayu Lumajang itu, Stress karena konflik ma keluargaku. Hingga aku memutuskan menghibur diriku dengan mengerjakan semua pekerjaan di sini sendiri termasuk pekerjaan tukang.
Seharusnya soal kehamilan ini dulu aku nggak usah minta bantuan icha. Sehingga kisahku nggak akan terblow up. Kepada siapapun di luar sana. Cukup aku ,kamu dan Tuhan yang tahu.
Sayang, aku punya tnda Tanya besar di dadaku, mengapa kamu masih belum juga menghubungiku. Padahal hari ini kamu online. Kamu ngobrol asyik dengan salah satu teman maya kamu.
Kamu tahu apa yang aku kerjakan sekarang di tempat kerjaku? Aku hanya melamun. Melamunkan dirimu, mengingat kenangan yang terjadi diantara kita. Aku masih ingat jelas bagaimana kamu bercerita padaku tentang masa – masa nakalmu dulu, ingatkah, saat kamu bercerita tentang kelakuanmu yang sengaja mencampur alcohol 70% denan Coca Cola, dan kau tak sadarkan diri hingga senja menjelang. Kau tergeletak di tepi kolam halaman belakang sekolahmu. Kalau nggak salah ingat itu kenakalanmu sewaktu SMP. Dan satu lagi, soal event balapan yang kau adakan sewaktu SMU.kebut-kebutan di Jalan Raya. Berlomba memasuki gerbang SMU, tempatmu belajar. Dan karena gengsi kalau nantinya kamu kalah. Kamu tekadkan untuk menabrak temanmu. Sehingga terjadi tabrakan yang lumayan dasyat yang mengantarmu harus di bawa kerumah sakit untuk beberapa saat.Dan kau sempat gambarkan padaku bagaimana exspresi ibumu yang sering kau bilang judes itu. Dan kau sempat ucapkan bebrapa kata-kata cerewetnya yang tertangkap setengah-setengah oleh otakmu saat itu. Aku tertawa terpingkal – pinkal saat kau cerita itu semua padaku. Owwwh kapan ya, kau bercerita seperti itu lagi padaku.
SEkarang Handphone aku sepi tidak ada lagi nada dering yang berasal dari lagu Utada Hikaru “ You are always be the one……. Begitu penggalan katanya dan itu selalu aku tujukan padamu Sayang. Semoga kau suatu saat mengerti apa yang aku rasakan ini.
O ya aku ingat juga bagaimana kamu suka mengancamku, kalau akau nggak bersedia kamu kawin, kamu sering bilan kamu akan menyekapku di gudang dan akan kamu paksa aku memuaskan nafsumu, dengan tangan dan kaki terikat. Ada lagi kamu pernah mengancamku juga dengan nada candamu yang biasanya itu, kalau aku nggak menurutimu. Kamu akan mengajak 7 orang temanmu untuk memperkosaku. Uuuuuuuuuuuuuh seram sekali ancaman yang terahir itu. Dan anacaman yang terahir itu sanggup membuatku berangkat ke Surabaya untuk menemuim. Akupu nekat mengajukan cuti 2hari.padahal aku baru masuk sepuluh hari.
Aku ingat betul ketika itu aku baru pulang dari warnet dan tiba-tiba kamu sms akan mentransfer uang kepadaku untuk ongkos ke Surabaya. Akupun terkejut setengah Mati saat itu, tapi ancamanmu sempat membuatku mengikuti maumu. Aku berangkat dengan travel Bali Prima pada pukul 6sore sepanjang perjalanan kamu sering menelponku persis dengan ketika aku berangkat ke Bali di awal bulan April lalu.
Aku sampai di Surabaya pukul delapan pagi. Kamu memilih kamar nomor 124 di Hotel pasar besar Surabaya. Aku tahu sayang, saat itu kondisimu sulit, kau bercerita bagaimana pelitnya dan kejamnya kota Batam kepadamu. Walaupun saat itu aku begitu kget melihat kondisi hotel yang Cuma seperti itu saja. TApi aku telah mencintai kamu meski kita belum sempat bertemu selama ini. Hanya by phone saja, dan mengobrol asyik. Aku sempat takut kau akan terkejut melihatku yang sudah jatuh kurus beberapa kilo, ini aku merasa diriku begitu jelek. Jantungku berdebar kencang saat itu, Aku sudah tahu bagaimana sosokmu, dan kamu sungguh lebih indah dari pada sekedar foto KTPmu yang tekadang agak seperti manula. Dan saat aku Tiba di lorong.. sosokmu keluar dari balik pintu kamar nomor 124, kau dating dengan mengenakan kaus berwarna light Grey dan celana pendek berwarna hijau dengan kombinasi bercak-bercak kuning kecil. Tampangmu sungguh nampak garang. Namun aku tidak takut aku hanya tak percaya mukamu lebih bersih daripada pengamatan orang tentang itu,
Aku mengikutimu dari belakang memasuki ruang kamar yang mungil itu. Hanya berisi satu ranjang berukuran sedang. Dengan AC, 2 kursi single, satu meja bedside dan kamarmandi berukuran 1x1 meter. Akupun segera meletkan tas travelku di salah satu kursi di sana, dan segera kukeluarkan peralatan mandi dari tasku. Beranjak mengambil langkah untuk membuang keringat yang telah menempel hasil dari perjalanan 12 jam dari Bali ke Surabaya. Tapi sayang… itu harus tertunda karena kamar mandinya kosong, aku harus mengisi air dulu. Ingat kamu sayang?? Saat itu kau mamnggilku dan memegang tanganku menempatkan untuk duduk disampingmu kau memelukku dan membawaku pada obrolan tentang bagaimana perjalananku tapi selebihnya sempat kau bertanya “ kenapa aku tidak takut saat melihatmu ???”
Aku memilih meninggalkanmu duduk sendiri di atas ranjag ketika aku mendengar suara air yang mulai meluap, menandakan isi bak mandi itu telah penuh sayang.
“ Ups AKu lupa sayang. Aku hanya membawa sabun Sachet saat itu, karena aku mengira semua akan terfasilitasi oleh Hotel”
Aku segera membersihkan semua badanku dari keringat dan debu yang menempel, dan dalam hitungan menit aku sudah harum, dan tenagaku sudah mulai pulih, semua syarafku sudah segar kembali. Aku keluar dengan pakaian lengkap, Tshirt putih dengan hiasan Shiffon dibagian dadanya.dan jeans warna abu-abu.. serta cardigan warna Pink.
KAu, sayangku yang sedang rebah di atas ranjang tak sedikitpun memandangku, kau hanya memanggilku untuk mendekat padanya, mengajakku untuk menghambur dalam pelukanmu, dan anehnya aku tak bisa memeluk.Kita begitu dekat saat itu.Aku bisa mencium aroma segar parfum Eternity dari Calvin Klein. Yang sekarang juga aku pilih untuk jadi parfumku karena aku selalu bisa merasakan hadirmu di sekitarku sayang.
Kita berbincang ringan, membicarakan kembali ancamanmu jika tak dating padamu saat itu.dengan gelak tawa, kau cium rambutku perlahan-lahan. Dan selanjutnya kau mengecup bibirku, aku hanya melempar senyum padamu, karena sungguh saat itu aku tak bisa berciuman.kau memeberikan bimbingan lisan beberpa detik dan aku langsung bisa menaggapinya. Dan rupanya aku mulai bisa berbalas cium denganmu untuk beberapa saat, Aku mulai menikmatinya, hingga tak menyadari keberadaan tanganmu diatas kulit payudaraku, dan tangan nakalmu it mulai bergerak lembut.memijatnya, membuat aku Speakless.
“ Lepas bajumu.” Perintahmu lirih dengan tatapan shadu tanpa unsure centil, dan sungguh itu seperti hypnotis bagiku.Tanpa membantah sedikitpun akupun mengikuti, interupsimu. Dan aku kembali tergeletak di ranjang dengan tanpa T shirt lagi, Kaupun mulai mengulum putting-putingku tanpa henti, dan sesekali kau mengulum bibirku lagi, semua berjalan beberapa saat dan aku mulai merasa menyukainya. Entahlah kenap aku tak bisa menolak, apalagi setiap aku mendapati sorot matamu itu. Dan selanjutnya kaupun membuka T- shirtmu itu, dan kita sama-sama telanjang dada. Bergumul penuh nafsu.
Sesaat halitu kita hentikan, dan aku msih tetap dalam pelukmu. Kali ini kau melucuti celanaku. Denagan cepat, karena aku sangat ragu-ragu untuk melakukannya.JAntungku berdegup lebih kencang,Emosi yang terbangun beberapa saat diantara kita menjadi pupuk mujarap memancing birahiku untuk keluar, ketika kau mulai memegang dan mengelus kemaluanku, sambil terus menciumku, dan sesekali beralih pada putingku, hal itu berjalan cukup lama,
“ tidak ADil “berontakku kemudian aku ingin berhenti. Nafsuku sudah mulai menari bahagia di atas otakku, namun imanku ketakutan dengan itu “ kenapa Cuma aku yang telanjang?” ahirnya cm kata itu yang terucap. Dan kaupun tersenyup,
“ Ok..! aku buka juga”
“ Aduh bodoh …” batinku saat itu.. dan rupany aku begitu senang hati melucuti dirimu sendiri.dan tentu saja ahirnya kita sama-sama telanjang.dan kubiarkan kamu melakukan apa yanga ingin kau lakukan padaku. Aku terbawa suasana.. Aku menikmatina, dan aku kira kamupun begitu juga.Tapi masih ada ketakutan di otakku. Dan sekali lagi kau meminta untuk memasukan Bona ( istilahku untuk menyebut alat Vitalnya ) ke dalam Vivi ( istilahku untuk milikku sendiri )
Tentu aku menolaknya. Untungnya kamu bisa menerima hal itu. Semua itu berahir beberapa saat kemudian.
Kita kembali berpakaian, setelah membasuh tubuh masing-masing.
Kaupun bertanya padaku apa acara kami selanjutnya. Karena perutku sudah keroncongan akupun segera mengutarakan keinginaku untuk sarapan. Kau beritahukan aku, akan sebuah menu yang ueeeeeeeenak menurutmu. Namanya NAsi CAMPur TAmbak BAyan. Kaupun pergi branjak untuk membelinya.beberapa menit kemudian kamupun datang membawa menu yang kau puji itu kepadaku.
“ Enak… “ benar-benar enak rasanya.sama seperti yang diceritakannya padaku. Kau makan begitu lahap dan sangat cepat. Nampaknya kamu juga lapar ya….?
Kamupun kemudian berpamitan padaku untuk pergi menemui adikmu. Untuk mendiskusikan soal pekerjaan., kau meninggalkanku begituu lama,,, sangat luaaaaaaaaama.
Ingat sayangku. Kau baru kembali menemuiku pukul 12 malam.dengan kondisi hujan diluar sana. Kau dating dengan mengenakan T shirt warna Putih dan celana jeans hitam yang kau sinsingkan setinggi lutut.
“ sudah makan ?”tanamu padaku ketika memasuki. Kamar hotel yang sempit ini.
“ Sudah “
“ makan apa tadi siang?” tanyamu kemudian sambil melepas bajumu yang basah.
“ lalapan telur “ jawabku bohong, heh maaf sebenarnya aku tadi hendak membali itu, aku bertanya pada salah satu OB. Tapi aku mengurungkan niatku. Karena terlalu banyak lelaki nongkrong dan menghisap rokok di depan kamar kita, sambil bersiul-siul menggodaku. Aku takut. Hingga akupun membatalkannya.
Kaupun sudah tak memepermasalahkannya. Kaupun mandi..dan sangat cepat kali ini. Dan dengan tanpa mempertimabangkan kehadiranku di ruangan itu kau langsungmengambil posisi diagonal di ranjang, “capeek mau tidur.”
“minggir.. aku juga mau tidur” protesku kemudian.
“ kalau mau tidur harus telanjang, kalau nggak, tidur di luar.” Candamu dengan senyum nakal itu.
Akupun tidak memperduliukan kata-katamu. Dan akupun segera mengambil posisi tidur di salah satu bagian yang aku rasa agak longgar. Tapi ka uterus mengusirku..tapi kau kemudian menarikku kembali. Serta menelanjangiku. Dan tiada perlawanan dariku karena aku sungguh terbius denganmu, dengan kenikmatan yang kau cicipkan tadi pagi padaku. Kita melakukan sex oral yang lebih hebat dari yang pernah aku lakukan dengan hari dulu. Karena sekarang aku dan kamu sama-sama telanjang, sedang waktu dulu, aku sama-sekali tak membuka sedikitpun pakaianku. Dan hanya Hari yang telanjang.
Dan ditengah perjalanan oral sex kita, kaupun kembali berusaha memasukkan Bonamu pada VIVIku. Tentu saja aku menolak.kau sempat hampir mamksa, tapi aku berhasil lolos dengan memintamu memakai kondom. Tapi kemudian aku mnyatakan penolakanku kembali. Dan Ahirnya kita hanya melakukan Petting, di tengah-tengah itu kau sempat serukan. “ jangan pernah melakukannya dengan yang lain ya..” dank au memintaku bersumpah. Akupun mengikutimu. Untuk bersumpah saat itu.
Sayang saat-saat itu sungguh sangat mengesankan bagiku.aku kagum padamu yang mampu menghipnotisku, hingga mau melakukan semua itu bersamamu. Hingga kesediaanmu untuk tidak memaksa mengambil perawanku. Terima kasih….
Meski masih ada satu lagi ancama darimu. ”Jangan harap lain Kali LOLOs”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar