06/08/10

07 Agustus 2010

07 Agustus 2010
Sudah hampir seminggu… komunikasi di antara kami. Tidak lagi empuk.Nada canda juga sudah jarang menghiasi ruang dengar atau sekedar pesan pendek yang saling kami kirim satu sama lain. Hanya kata “ masih meeting “ atau “ jangan kayak orang gila dong hubungi aku terus “ atau justru. “ Sedang ama Wife “. Dan sekali juga pernah bilang. “ jangan hubungin terus istriku sudah mulai curiga “
Bagaimana mungkin aku tak berusaha menghubungimu. Sepenggal pesan tak kunjung aku terima darimu. Aku rindu dan sangat merindumu. Aku hawatir dengan keadaanmu.Apakah Kau baik2 saja? Atau bagaimana? Lantas rindu ini harus aku apakan? Ini sangat menyiksa sayang.
HAmpir di tiap tengah Malam, tanpa kusadari aku menangis sendiri. Mengingat bagaimana masa itu kita masih sering bertukar cerita keseharian kita. Atau minimal, kamu sekedar bertanya, sudah tidur? Atau udah bubux ( istilah tidur dalam bahasa jawa ).Aku biarkan mataku sembab.tak karuan. Hingga terkadang Icha teman yang tinggal di rumahku untuk menemaniku. Bertanya apakah aku menangis. Aku jawab tidak.aku hanya lelah. Dan susah untuk tidur.sejauh ini pertanyaan itu tidak berkembang kemana-mana.
Sayang…. Aku bingung harusa bagaimana. Aku tidak tahu mengapa aku menjadi begitu cengeng. Dan lemah karena cinta ini. Apakah Begini rasanya kalau aku telah memeberikan segalanya ??? Sayang. Kenapa tak pernah bilang rindunya akan menyayat. Seperti ini.

Beberapa Hari yang lalu aku sempat menganggap Handphoneku hilang. Aku memang punya dua buah ponsel. Tapi waktu aku dan icha hendak berangkat ke Carrfourr untuk belanja mingguan. Baterai ponsel yang warna merah itu habis dan aku nggak bawa chargernya. Jadi aku mengganti semua nomornya di ponsel aku yang lama. Yang warna biru.sepanjang perjalanan dan aktivitas belanja… aku sam sekali nggak merasa menggunakannya. Dan ketika pagi harinya. Aku berusaha mencarinya.soalnya aku mau berangkat kerja. Tapi, aku tak kunjung menemukannya. Sayang nomor kamu itu aku simpan di kartu XL ku.dan di ponsel lama. Klo dua-duanya raib. Raib sudah nomor kamu. Tapi kamu nggak percaya ya…? Aku g tahu aku harus hubungi kamu kemana?ke nomor telpon aku g tau nomornya. Aku cari kamu di YM kamu nggak active terus, aku kirim pesan ke facebook kamu juga balsnya Cuma seperti itu. Malah ketika aku lakukan rutinitas seperti sms itu. Kamu bilang jangan lagi kirim…
Sayang aku harus bagaimana? Diam.. tanpa melakukan apa-apa, dan hanya mengira-ngira bagaimana keadaanmu? Aku tidak bisa. Aku nggak mau kehilangan kamu. Saat ini kamu segalanya buat aku..
Sayang.. aku nggak mau mengganggu kamu atau justru membuat berat bebanmu.aku hanya telah terlanjur mencintaimu. Aku dabuktikan dengan menyerahkan segalanya padamu. Apa itu kurang untukmu? Aku harus bagaimana untuk memebuatmu tetap di sampingku, dan menyayangiku seperti awal kau janjikan padaku.
Tolong beritahu aku… biar aku tak linglung seperti ini.. aku cinta kamu sayangku…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar