06/08/10

3 April 2010

3 April 2010
HAri ini jadwal keberangkatanku. Aku akan segera berangkat menuju Bali. Sore nanti pukul enam. Aku berangkat dari jln. Mayjend Panjaitan. Tempat aku tinggal selama 2 tahun lebih di kota kelhiranku MAlang, yang pastui akan selalu aku rindukan nantinya.
Sekali lagi “ Trunojoyo” menelponku. Ketika hari mulai agak siang. Sebenernya tak ada kata-kata yang penting yang dia ucapkan. Hanya saja, sepertinya dia butuh teman untuk berbincang-bincang. Aku membayagkan mungkin posisinya dia seperti aku sekarang. Kesepian untuk mengobrol ringan, karena di sekitarku Cuma anak-anak SD dan ibu-ibu rumah tangga.
Tanpa keberatanpun aku meladeni obrolannya yang terkadang agak sedikit tabu dan jenaka, heran kenapa aku tidak mematikan telponnya. Biasanya yang seperti ini aku langsung saja mematikannya dan tak akan pernah menanggapinya lagi. Rupanya mahluk yang bernama “ Trunojoyo ini telah mampu menyihirku. Sudahlah.. selama itu tak merugikanku, semunya ok..?
Pukul enam Tiba. Sebuah minibus dari travel pesanankupu telah menanti tepat di depan pintu gerbang rumah Tante Nunik.dengan sedikit deg-degan aku memasuki mobil tersebut “ uhf Bali… tempat wisata yang selama ini aku idam-idamkan.kini sebentar lagi aku akan jadi penghuninya” bagaimanakah rasanya…. Penasaran sekaligus enggan tertancap dalam di hatiku.
Enggan sebenarnya meninggalkan kota Malang yang telah membesarkanku dan menghidupiku hingga usia 24thn ini.udara yang sejuk, senyum yang ramah.. seni yang menghiasi setiap sudutnya serta prasasti budaya yang masih lestari..
Kulihat hari mulai semakin gelap.setelah aku menutup mata. Esok ketika aku membuka mata ini aku psti sudah meninggalkan kota kelahiranku. Malang.
Alunan music berpadu dengan suara merdu dari penyanyi gita gutawa kembali meraung-raung untuk kesekian kalinya dari ponselku selama seharian ini.
Dan nama itu lagi, “Trunojoyo”
Dia menanyakan ken\berangkatanku, merk mobil yang aku tumpangi. Serta fasilitasnya, bahkan menunya apa untuk makan malam nanti.hampir sekitar 15 kali panggilan darinya yang tercatat di incoming call karti provider XL ku.beberapa kali ponselku sempet habis baterai, tapi dia terus saja berusaha menelponku meski cm sempat mengobrol satu atau dua menit.
Aku tersenyum .dalam hatiku aku bertanya, apakah aku sungguh sangat menarik untuknya? Entahlah kami baru dekat beberapa hari terahir ini.aku memutuskan mematikan ponselku hingga besok pagi tiba.aku mau istirahat dan tidur dengan nyenyak.

Good bye my lovely town Malang…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar